Are you a Grouch?


learn to be miserable

Banyak orang menghindari keluhan atau mengeluh. Gerakan memberikan motivasi dan semangat berpikir positif mulai merebak di sana-sini, termasuk di situs jejaring sosial. Arus energi positif dihantarkan lewat berbagai jalur. Sebagian dilakukan sebagai pengingat satu sama lain, sebagian lagi untuk self reminder, atau ada juga yang sekadar pencitraan.



where grouches live



Well, semuanya sih, sah-sah saja. Termasuk mengeluh itu sendiri. Buat saya, mengeluh itu manusia banget. Pertanda kita masih punya kesadaran bahwa segala sesuatu di dunia ini tidak ada yang ideal. Sebagai pekerja yang terbiasa mendengarkan 'keluhan', saya mulai bisa merasakan bahwa tidak semua orang bisa tersemangati dengan kata 'Semangat' . Terkadang, beberapa kalimat positif justru kehilangan mantranya. 

Seringkali, obat mujarab untuk mengatasi keluhan bukanlah dengan mengajak seseorang sekadar berpikir positif, tetapi justru responsif terhadap keluhan tersebut. Selami, dekati, dan jadikan keluhan sebagai teman baik. Berpikir positif memang bagus, tetapi kadang cuma jadi solusi sementara bagi sebuah masalah. Sementara si masalahnya masih tetap ada.

Mungkin, yang lebih tepat adalah bagaimana menyikapi keluhan itu dengan sikap yang positif. Kalau hanya menyelesaikan keluhan dengan mengeluh, bisa jadi kita nggak akan bergerak kemana-mana. Tapi coba buat daftar keluhan di satu sisi dan di sisi lain buat daftar solusinya. Seringkali, daftar solusi akan lebih panjang ketimbang daftar keluhan, dan satu-satunya hal yang menghambat kita untuk menyelesaikan keluhan itu adalah--kemalasan.

NB: tulisan bukan pencitraan, tapi buat *tampar diri sendiri :)

No comments

Powered by Blogger.