Merayakan Invisible Progress

Merayakan Invisible Progress

Mengawali tahun ini dengan mencoba menyadari dan merayakan 'invisible progress' ; perubahan-perubahan baik yang tak terlihat, kemajuan yang tidak diumumkan, dan ucapan selamat dari diri sendiri untuk diri sendiri. Buat kalian yang kebetulan mampir di blog ini, dan menyempatkan membaca, mari sama-sama merayakan keberhasilan-keberhasilan yang tidak dilihat orang lain, bahkan yang juga tidak kita sadari selama ini.

Invisible Progress

Tahun baru, cukup banyak yang membuat rekap perjalanan tahun 2025-nya. Beberapa tentang apa yang sudah berhasil mereka capai, beberapa tentang tempat-tempat yang sudah berhasil mereka kunjungi, yang lain tentang apa yang sudah mereka miliki atau telah menjadi apa atau siapa mereka saat ini.

Kita bisa menyebut semua itu sebagai kemenangan yang terlihat, hal-hal yang bisa dibagikan kepada orang lain, bisa dilihat oleh orang lain, dan tentu saja sangat bisa menginspirasi.

Tentu saja sepanjang tahun kemarin, kita juga melakukan pencapaian yang mungkin tidak terlihat, dan itu nggak apa-apa banget. 

Tidak apa-apa tidak memiliki pencapaian yang terlihat, tidak apa-apa tidak menjadi siapa-siapa atau seseorang, bahkan sangat tidak apa-apa jika rasanya yang kita miliki masih itu-itu saja. 

Mari belajar tidak menilai keberhasilan satu tahun yang kita jalani hanya dengan poin-poin di atas.

Kita, kalian nggak wajib bikin rekap pencapaian tahun kemarin yang bisa dilihat diri sendiri atau divalidasi orang lain. 

Tapi kita perlu berhenti sejenak untuk melihat sudah seberapa jauh diri ini memeluk dan merayakan pencapaian-pencapaian tak terlihat.

Kita berhutang rasa syukur kepada diri sendiri untuk tahun-tahun yang lalu, dimana kita sudah melampaui banyak hal. 

Intangible Progress

Honoring Invisible Progress


Iya banyak hal. Pekerjaan yang belum terselesaikan di tahun kemarin, tetaplah pekerjaan. 

Pencapaian yang tak terlihat juga tetaplah pencapaian. Ide-ide yang belum tereksekusi masih bisa kita kembangkan tahun ini. 

Dan banyak hal yang kita kira bukan apa-apa, ternyata membantu kita bertumbuh sedikit demi sedikit.

Bentuk pencapaian tak terlihat itu cukup banyak, bisa dalam bentuk : memilih terus tumbuh ketimbang berada dalam zona nyaman, tidak menyerah melakukan sesuatu ketika semua terasa berat, konsisten mengerjakan suatu hal yang belum terlihat hasilnya. Semua itu adalah pencapaian. 

Mungkin buat sebagian dari kita cukup kesulitan untuk membahasakan bentuk pencapaian itu, karena bentuknya bukan yang tangible, bukan sesuatu yang memiliki bentuk fisik, bisa dilihat, diraba, disentuh, atau dirasakan secara nyata oleh panca indera, dan memiliki nilai ekonomis. 



Di tulisan ini saya akan mencoba membantu teman-teman menyadari dan kemudian mensyukuri kira-kira bentuk invisible progress apa saja yang sudah berhasil teman-teman capai tahun kemarin. 

Saya coba bagi menjadi tiga area ya :

Tiga Area Invisible Progress

1. Area kognitif : Misalnya punya mindset dan pengetahuan baru. Termasuk juga punya perspektif baru tentang suatu prinsip yang dulu kekeuh kita pegang, tapi ternyata seiring waktu kita mulai bisa melihatnya dari perspektif yang berbeda dan perlahan-lahan kita bisa melepasnya karena ternyata ada prinsip yang lebih selaras dengan diri kita saat ini. 

Berhasil menyelesaikan course atau pelatihan, menamatkan buku bacaan yang mengubah cara pandang kita, berhasil menghentikan kebiasaan buruk atau malah punya kebiasaan baru yang membantu otak memiliki sambungan syaraf yang baru atau neuroplasticity ini juga masuk ke dalam pencapaian di ranah kognitif.  

Jadi walaupun terkesannya intangible, banyak juga pencapaian di area kognitif yang bisa dilihat meski tidak secara langsung. Meskipun tidak terlihat ranah ini juga bisa kita ukur dan rasakan. 

Coba lihat, bagaimana saat ini kita merespon masalah atau tantangan? Apakah masih sama seperti dulu? Apakah sekarang lebih tenang, lebih bisa berfokus pada solusi?

Di area kognitif sendiri, sebenarnya ada 13 distorsi, yang kalau kita cermati, jika ada satu saja dari 13 distorsi itu yang berhasil kita sadari untuk tidak kita lakukan, maka sebenarnya kita sudah melakukan sebuah pecapaian. 

Misalnya, ada distorsi kognitif bernama "Negative Filtering" yaitu pikiran yang hanya fokus pada hal negatif. Kemudian ada juga "Polarized Thinking" atau melihat segala sesuatu secara ekstrem; hitam pekat sekali, atau putih bersih banget. 

Nah, kalau kita bisa tidak melakukan keduanya, itu bisa dibilang sudah memiliki pencapaian secara kognitif. Sebelas sisanya kita bahas kapan-kapan ya.

2. Area afektif : Ini adalah area yang terkait dengan emosi atau perasaan kita. Termasuk di dalamnya hal-hal yang melibatkan perasaan, sikap, nilai, motivasi, dan emosi. 

Bagaimana pengendalian emosi kita tahun kemarin? Berhasilkah kita marah dengan lebih konstruktif, bagaimana kita memvalidasi rasa sedih dan kehilangan?

Bagaimana kita bisa bangkit dari rasa sedih, bagaimana kita memotivasi lagi diri sendiri? Bagaimana kita merespon trigger emosional?

Keberhasilan kita di ranah emosi juga erat kaitannya dengan emotional intelligence


Scarcity Vs Abudance


3. Area Psikomotorik : Area ini mencakup bagaimana pencapaian kita dalam hal kemampuan fisik dan koordinasi motorik, seperti keterampilan manual, gerakan, dan tindakan fisik. Contohnya : seberapa sadar kita perlu bergerak, apakah kita sudah berolahraga dengan baik, bagaimana kondisi sistem syaraf kita selama ini, selalu tegangkah? Apakah kita menguasai keterampilan motorik halus yang baru? 




Tiga area tadi bentuknya tidak selalu terlihat, tapi tahukah teman-teman kalau ketiganya sangat berpengaruh terhadap apa-apa yang dapat kita capai secara tangible

Kalau kita bisa mengubah sedikit demi sedikit mindset lama yang selama ini menjadi mental block kita, kalau kita berupaya menambah ilmu dengan membaca atau ikut pelatihan, kalau kita mau belajar memvalidasi emosi dan bisa memahami apa yang membuat kita marah atau cemas, dan kalau kita selalu melatih psikomotorik, bisa dengan berkreasi, berolahraga, maupun relaksasi, sebenarnya kita sudah setengah jalan mencapai tujuan-tujuan yang bisa dilihat. 

Untuk bisa mencapai tujuan yang terlihat, kita bisa belajar membuat vision board. Pembahasan vision board bakal ditulis di artikel terpisah ya. Nah, untuk bisa menyadari invisible progress di ketiga area yang disebutkan di atas, kita bisa melatihnya dengan journaling.

Itu dulu ya, semoga tulisan ini bisa membantu teman-teman menyadari perubahan-perubahan baik yang tak terlihat.

Selamat merayakan invisible progress-nya.

No comments

Powered by Blogger.