Writing Manifesto Kedua: Bersih-Bersih.

Kiat Menulis Writing Manifesto Kedua : Bersih-Bersih


‘Ruangan’ yang bersih, rapi, dan nyaman membuat inspirasi betah tinggal berlama-lama. Menulis adalah ungkapan hati dan jiwa, maka hal pertama yang harus kita bersihkan adalah pikiran. Kiat menulis, sekaligus writing manifesto kedua : bersih-bersih pikiran, meja kerja, dan hal-hal lain yang perlu dibereskan. 

Kiat Menulis : Bebersih Ruang Kerja Dan Ruang Pikiran. 


Baca kiat yang pertama di sini. 

Kita tidak bisa menuangkan apa yang ada di hati atau jiwa kita secara langsung, semuanya harus dibawa ke pikiran atau melewati pikiran terlebih dahulu. 

Kalau suasana pikiran kita kelam maka sejernih apapun aliran inspirasi yang dibawa dari hati atau jiwa akan diwarnai dengan apa yang mewarnai pikiran kita.

Makanya sebelum mulai menulis kita harus bersih-bersih tempat di mana ‘debu dan kotoran’ biasa bersarang. Karena pikiran yang kalut dan penat seringnya sulit untuk bisa menghasilkan tulisan yang mengalir jernih. 

Jadi, first from all, ada baiknya juga menkondisikan pikiran kita untuk tetap positif, gembira, fokus, dan terarah.

Ruangan tempat kita bekerja juga harus rapi, paling tidak terasa nyaman untuk diri sendiri. Ada yang merasa nyaman ketika menulis di tempat yang tak terorganisir, ada yang merasa nyaman menulis di tempat yang bersih dari segala macam bentuk distraksi. 

Kita sendiri yang harus bisa menemukan tempat semacam apa yang kita sukai, dan membuat inspirasi mau berkunjung dan berbincang-bincang lama dengan kita. 

Sama halnya dengan tamu atau teman yang datang berkunjung ke tempat tinggal kita, inspirasi juga akan betah berlama-lama apabila kita menyambutnya dengan ramah, dan dengan pikiran yang terbuka.

So, selain bersih-bersih pikiran hari ini saya berencana untuk bebersih area tempat saya menulis. 

Awalnya saya menumpang di meja kerja kantor untuk menulis. Tempatnya menghadap ke jendela dan bisa dibuka jika mau. Tapi saya lebih sering menutupnya. 

Lama-kelamaan saya memutuskan untuk menciptakan ‘space’ sendiri untuk menulis dan bekerja. 

Upaya ini dilakukan agar saat my hubby mau bekerja dengan komputernya tidak menganggu saya. Tempatnya sederhana, seperti yang terlihat di gambar. 

Space kerja saya untuk menulis



Lumayan nyaman. Kalau bosan saya akan membuka-buka buku yang ada di rak di depannya, atau menyetel tv atau dvd, di tv yang ada di sebelah rak. 

Kalau capek saya bisa menyelonjorkan kaki atau gogoleran di lantai dengan bantal hijau besar, yang sarungnya sedikit tidak nyaman itu dan saya berpikir untuk menggantinya dengan yang lebih nyaman. 

Dengan yang berbulu-bulu, mungkin. 

Yo wis, mulai bersih-bersih deh.

Baca juga : Inspirasi Ruang Kerja Para Penulis Ternama. 

No comments

Powered by Blogger.